Celotehbulakamba.com, Pakijangan - Tujuh anak warga Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu Sore ( 31/1) tenggelem di sungai setempat. Enam
berhasil diselamatkan dan satu orang ditemukan tewas esok harinya, Senin (1/2).
![]() |
| SAR Menelusuri Lokasi Tenggelamnya Anak di Pakijangan |
Tim Search and Rescue (SAR) Brebes dikerahkan untuk menyisir sungai untuk
menemukan tubuh bocah malang ini. Jenazahnya diketemukan 8 kilometer dari
tempat kejadian.
Anak yang hilang tenggelam di Sungai Pakijangan adalah Rias Mulyadi (13),
siswa Kelas 1 SMP, Warga desa setempat.
Menurut teman korban, Supriyadi (13), menjelaskan sebelum bermain di sungai mereka mendatangi tempat balap merpati. Saat akan pulang, mereka langsung bermain di sungai, padahal kondisi air banjir usai diguyur hujan deras. Warga sekitar sempat memberi peringatan agar tidak bermain di sungai karena arusnya kencang, namun mereka tidak menghiraukan.
“Saat mau menyeberang, arusnya deras dan kami kembali ke pinggir. Namun Rias dia tidak sempat berbalik arah karena tenggelam terbawa arus sungai,” kata Supriyadi.
Menurut teman korban, Supriyadi (13), menjelaskan sebelum bermain di sungai mereka mendatangi tempat balap merpati. Saat akan pulang, mereka langsung bermain di sungai, padahal kondisi air banjir usai diguyur hujan deras. Warga sekitar sempat memberi peringatan agar tidak bermain di sungai karena arusnya kencang, namun mereka tidak menghiraukan.
“Saat mau menyeberang, arusnya deras dan kami kembali ke pinggir. Namun Rias dia tidak sempat berbalik arah karena tenggelam terbawa arus sungai,” kata Supriyadi.
Supriyadi bahkan sempat menolong korban dengan mencoba menariknya dari
pusaran arus sungai. Namun karena arusnya sangat kuat ia kemudian melepaskan korban
hingga tenggelam terseret arus sungai.
Ayah korban, Riswo, 50, mengatakan Rias pamit kepadanya hendak bermain
burung merpati. Ia tidak tahu anaknya bermain di sungai bersama teman-temannya.
“Kalau tahu dia mau bermain disungai, pasti tidak saya ijinkan, karena sungai sedang
banjir,” katanya. ( Kun/BU)

0 komentar :
Posting Komentar